The Blue Fire was Unseeing | Kawah Ijen

Blue Fire Kawah Ijen – Lagi-lagi liburan adalah saat dimana kita harus keluar rumah dan mencoba berada di tempat atau lingkungan baru. Akan lebih menyenangkan jika hari libur diisi dengan bermain ke suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya.

blue fire kawah ijen
hoteldanwisata.com

Tentunya tempat yang kita kunjungi haruslah tempat wisata yang mampu membuat jiwa kita fresh. Tidak perlu jauh-jauh, bahkan tempat wisata lokal yang berada di sekitar kita pun masih mampu untuk membuat kejenuhan kita hilang.

Mengenai liburan ke tempat wisata, kali ini gue akan berbagi pengalaman trip gue ke Kawah Ijen. Gak jauh-jauh amat kan Kawah Ijen? Okay, let’s cekidot!

Creating a Planning

Sudah sejak sebulan lalu gue bareng temen-temen berencana untuk liburan ke daerah Surabaya, mengingat waktu itu sedang dalam masa libur semester, sekaligus syukuran temen gue karena ada yang ulang tahun. Beliau pengen main jauh dan coba mendaki gunung.

blue fire kawah ijen
secretstopeace.com

Memang segala sesuatu itu perlu sebuah rencana agar hasilnya matang sesuai harapan. Bisa saja tanpa persiapan rencana, hanya saja ketika kita mengandalkan “gimana nanti” maka ini bisa serba mendadak dan membuat kita kewalahan. Untung-untung jika berhasil, karena pada dasarnya kita juga harus menentukan segala kemungkinan yang terjadi di masa liburan.

Melihat hal itu, maka kami membuat sebuah rencana sebagai persiapan menghadapi trip haha. Trip kali ini lumayan jauh dari Bandung. Ya, kami berlibur ke Banyuwangi bro.

Sebelumnya ada beberapa list yang menjadi destinasi kami. Ada gunung Papandayan Garut, Gunung Manglayang Bandung, dan Gunung Ciremai Kuningan. Kemudian setelah kami pikir-pikir, kami ingin sesuatu yang beda dari naik gunungnya. Jika normalnya naik gunung adalah nginep dan pasang tenda, sedangkan kami ingin naik gunung tapi sekaligus melihat kawahnya.

Kemudian kami membuat list baru yaitu Gunung Tangkuban Perahu Bandung sama Gunung Ijen Banyuwangi. Akhirnya kami memilih Gunung Ijen, karena selain tempatnya bagus, Ijen juga jauh, sehingga kami bisa menikmati perjalanan lebih lama.

Bandung – Surabaya

The day had been coming! Jam masih menunjukkan pukul 04.12 pagi, dan gue bareng temen-temen sudah bersiap pergi ke Banyuwangi. Kami berangkat sepagi ini karena yang pertama adalah alasan pembelian tiket kereta yang kebagian jadwal pagi dan kedua adalah alasan agar pagi-pagi masih segar.

blue fire kawah ijen
wikimedia.org

Barang-barang dengan segala perlengkapan perjalanan sudah ready. Kemudian berangkatlah kami ke Stasiun Bandung. Tidak lama, kami nyampe sana sekitar jam 4.31, sedangkan jadwal kereta kami jam 5. Kami pun masih ada waktu untuk sekedar menunggu di ruang tunggu stasiun.

Untuk sedikit mengganjal perut, kami sudah menyiapkan nasi berikut lauknya juga membawa roti sebagai cadangan kalau kurang, maklum makan gue kan banyak hehe.

Tidak terasa waktupun menunjukkan pukul 5, kereta yang akan kami tumpangi pun sudah siap berangkat. Kami siap-siap dan barulah masuk ke gerbong kereta. Kereta yang kami tumpangi adalah Agro Wilis, dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Gubeng.

Tut tut tuuuut… Kereta pun berangkat dengan sedikit jugijagijugijagijug. Oh iya lupa, kami berangkat berjumlah 8 orang. Lima orang temen kuliah, dan dua orang temen SMP.

Perjalanan yang akan kami tempuh adalah sekitar 14 jam, lumayan lama. Tapi gapapa demi kebahagiaan yang hakiki wkwk. Kami bingung menghabiskan waktu ngapain di kereta, untung saja ada temen gue yang bawa laptop sekaligus joystick, dan kami pun main PES! haha

Selagi menunggu giliran main PES, dan sambil menikmati perjalanan, kami juga menhabiskan waktu dengan bermain “tebak-tebakan nama berdasarkan huruf”. Ya, kami bernostalgia dengan permainan yang sangat hits pada jamannya.

Pertama, dalam permainan ini kami menentukan temanya dahulu, ada banyak tema yang kami pilih, yaitu hewan, buah-buahan, pemain sepakbola, penyanyi, dan nama daerah di Indonesia. Dan ini seru banget bro, jadi inget jaman dulu dimana gue saat itu sedang lucu-lucunya haha. Permainan ini hits pada saat gue SD bro, hampir tiap waktu gue main ini tuh dulu bareng temen. Ah asik deh pokoknya permainan jaman dulu, beda feel-nya sama permainan jaman sekarang.

Satu persatu tema tebak-tebakan itu kami lakukan. Dari tema hewan kami mulai berganti tema menjadi nama buah-buahan, nama pemain sepakbola, nama daerah di Indonesia, dll. Dan yang lebih lucu nih bro, ternyata ada orang lain yang ikut-ikutan gejawab haha mungkin saking asiknya melihat kami bermain. Ternyata permainan sesederhana ini begitu menyenangkan dan menghibur.

Tak terasa, berkali-kali stasiun telah kami lewati, namun sayang ternyata perjalanan masih jauh bahkan belum setengah perjalanan. Tapi kami sabar aja bro, dan nikmatin tuh perjalanan, soalnya jarang juga kan naik kereta kalo engga main jauh.

Stasiun demi stasiun, daerah demi daerah, dan bukit demi bukit telah kami lalui. Kami mulai memasuki daerah perbukitan. Kami pun sambil melihat keluar jendela gerbong sambil menikmati pemandangan dengan seksama. Dan tak lupa sambil mengabadikan momen di perjalanan. Gue terpesona banget saat melihat hamparan sawah yang begitu indah.

Hello Surabaya!

Tak terasa 14 jam telah kami lalui, kami pun tiba di stasiun yang kami tuju. Pertama kalinya tuh gue menginjakkan kaki di tanah Surabaya, lumayan seneng lah hehe.

blue fire kawah ijen
kompasiana.com

Sebelum besoknya kami pergi ke Banyuwangi, kami pun menghabiskan waktu malam di kota Surabaya. Indah bro, Surabaya itu cakep! Kami pun menikmati setiap sisi kota Surabaya, juga yang tidak lupa adalah mencicipi berbagai kuliner khas yang tersedia disana.

Karena kami sedikit lelah, maka tidak lama kami pun pergi ke hotel dan istirahat. Kami harus istirahat cukup karena besoknya harus pergi lagi ke Banyuwangi.

Gunung Ijen

Tibalah di hari pendakian. Gue bareng temen-temen berangkat dari Surabaya menuju Banyuwangi. Kami sampai di Banyuwangi pada sore hari. Dan langsung melanjutkan perjalanan menuju kawasan Gunung Ijen.

blue fire kawah ijen
banyuwangi.ga

Jadwal pendakian ke Kawah Ijen itu jam 1 dini hari. What? Dini hari? Iya! Biasa aja keles. Selagi menunggu jam 1 pagi, kami pun menikmatinya dengan meminum segelas kopi juga susu jahe untuk menghangatkan badan. Cuacanya dingin parah bro, padahal belum naik ke puncaknya, apalagi nanti dingin di puncaknya, wah ga kebayang deh.

Singkat cerita, malam pun telah menunjukkan pukul 1 dini hari. Ya, it’s time for climbing! Kami juga banyak rombongan lain yang berangkat bareng dari bawah, sekitar 100 orang lah. Kenapa kami berangkat ke puncak dini hari? Hal ini agar kami bisa melihat Blue Fire dan juga sunrise dari puncak.

Berangkat lah kami dengan menggunakan jaket tebal juga membawa peralatan seperti air minum, senter, masker, dan kamera. Menurut informasi, bahwa Kawah Ijen memiliki bau yang sangat menyengat, sehingga kita harus memakai masker gas untuk menghindari hal itu.

Sepanjang perjalanan terus menanjak tanpa adanya turunan sama sekali, yaiyalah namanya juga naik gunung haha. Ya, banyak sekali tanjakan curam yang harus kami lalui. Di jalan pun kami sering istirahat, hampir setiap selesai tanjakan langsung berhenti untuk istirahat sejenak. Kabut dan hawa dingin menyelimuti kami saat itu. Terbayang kan betapa dinginnya malam itu?

blue fire kawah ijen
kompas.com

Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam yang terus-terusan menanjak, akhirnya kami sampai juga di puncak. Bau belerang pun begitu menyengat menusuk hidung. Wajib banget pake masker bro, kalo engga sih gak tau deh jadinya gimana. Apalagi bagi kamu yang punya penyakit sesak napas, jangan berani-berani kesana deh, repot.

Jam 4 pagi di puncak, banyak sekali penduduk yang mencari nafkah dengan menambang belerang, mereka begitu kuat! Tiap hari turun-naik Gunung Ijen sambil membawa belerang yang beratnya minta ampun. Mereka juga sangat terbiasa dan tahan dengan hawa dingin dini hari dan bau belerang yang sangat menyengat.

blue fire kawah ijen
wisatakebromo.com

Untuk menuju Kawah Ijen, kami harus turun sedikit ke bawah sekitar 1 km. Di bawah, bau belerang pun semakin menyengat. Sangat tidak disarankan bagi kamu yang tidak kuat.

blue fire kawah ijen
twisata.com

Di Kawah Ijen kita bisa melihat keindahan Blue Fire, namun sayang sekali ketika kami kesitu Blue Fire-nya hanya sedikit terlihat. Hal itu disebabkan oleh kabut yang begitu tebal. Ya kami pun gagal melihat kecantikannya.

***

Saran bagi yang mau pergi ke Kawah Ijen, jangan pergi pada saat musim penghujan jika ingin melihat keindahan Blue Fire Kawah Ijen dengan jelas.

Tinggalkan komentar